MENYALAKAN MIMPI TEKNOLOGI DARI MADRASAH: KISAH RAHADIAN CHANDRA MEMUKAU SISWA BARU MA MUHAMMADIYAH LIMPUNG
LIMPUNG โ Riuh tepuk tangan dan tatapan penuh kekaguman memenuhi seisi ruangan MA Muhammadiyah Limpung pada Rabu siang, 15 Juli 2026. Di tengah bergulirnya rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) dan Forum Ta'aruf Siswa (FORTASI), suasana pasca-tengah hari yang biasanya rawan kantuk mendadak berubah menjadi panggung penuh energi. Sekolah sengaja menghadirkan sosok alumni inspiratif, Rahadian Chandra Vimayoga, untuk memantik mimpi besar para siswa baru melalui dunia robotik.Pemuda yang kini tengah menempuh studi S1 Sistem Informasi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini hadir bukan sekadar untuk unjuk kebolehan, melainkan membawa misi besar: mematahkan stigma bahwa anak madrasah gagap teknologi. Berdiri di hadapan adik-adik tingkatnya, Rahadian dengan sangat apik mengemas materi dunia digital dan robotik menjadi sebuah obrolan yang santai, interaktif, sekaligus sarat akan gairah inovasi.Satu hal yang paling membakar motivasi para peserta adalah kejujuran Rahadian tentang awal mula perjalanannya. Ia mengaku melangkah ke dunia robotik dengan tangan kosong alias tanpa modal keahlian dasar yang matang sewaktu lulus dari MA Muhammadiyah Limpung. Namun, bermodalkan rasa penasaran yang besar serta keberanian untuk terus mencoba hal baru, ia perlahan mampu membuktikan kapasitasnya. Tak tanggung-tanggung, ketekunan itu membawanya dipercaya memimpin klub robotik UAD hingga sukses menembus kompetisi robotik tingkat nasional pada tahun 2024 silam.Dari bangku tempat duduk mereka, ratusan siswa baru menyimak setiap untaian kalimat Rahadian dengan saksama. Alih-alih sibuk bermain gawai sendiri, pandangan mereka terkunci pada materi presentasi yang dibawakan secara visual. Guna menjaga ritme konsentrasi peserta, Rahadian sesekali menyisipkan sesi ice breaking unik berbasis teknologi yang spontan memancing tawa sekaligus mengembalikan fokus ruangan yang sempat lelah setelah beraktivitas sejak pagi."Sangat menginspirasi melihat langsung pembuktian dari kakak alumni. Cara beliau bercerita sangat dekat dengan keseharian kami, membuat kami sadar kalau modal utama untuk sukses itu adalah kemauan untuk belajar dan tidak takut gagal," ujar salah seorang peserta dengan wajah berbinar selepas acara.Kelancaran agenda penuh inspirasi di siang hari ini tentu tidak lepas dari kesigapan jajaran kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MA Muhammadiyah Limpung sebagai panitia pelaksana yang sukses mengawal alur acara dengan tertib. Melalui kehadiran figur alumni seperti Rahadian, MA Muhammadiyah Limpung bersama IPM kembali menancapkan komitmen kuat mereka dalam membentuk generasi muda yang seimbang: kokoh secara spiritual, namun tetap adaptif dan siap bersaing di garda depan teknologi masa depan.